LETAK GEOGRAFIS
Desa
Cigagade terletak diantara 6,44 – 69 Lintang Selatan dan 10,6 – 10,8 Bujur
Timur dengan luas wilayah 415,563 Hektar yang terdiri dari 3 Kepala Dusun
dengan 10 RW dan 26 RT.
TOPOGRAFI
Cigagade merupakan desa yang berada di daerah dataran rendah, sebagian besar wilayah Cigagade merupakan area pesawahan dan dibatasi oleh anak gunung dan aliran irigasi D.I. Cibedug, sekaligus menjadi batas daerah Cigagade.
Cigagade merupakan desa yang berada di daerah dataran rendah, sebagian besar wilayah Cigagade merupakan area pesawahan dan dibatasi oleh anak gunung dan aliran irigasi D.I. Cibedug, sekaligus menjadi batas daerah Cigagade.
1. Hidrologi dan Kimatologi
Aspek
hidrologi suatu wilayah desa sangat diperlukan dalam mengendalian dan
pengaturan tata air wilayah desa berdasarkan hidrologi aliran-aliran sungai di
wilayah Desa Cigagade membentuk pola aliran sungai, yaitu DAS Cipancar tercatat
beberapa aliran irigasi/solokan, baik skala kecil dan sedang terdapat di Desa
Cigagade, seperti
1.
Sungai Cipancar
2.
Irigasi Cibedug
3.
Irigasi Garunggang 1
4.
Irigasi Garunggang 2
Di
samping itu ada pula beberapa mata air yang bisa digunakan sebagai sumber mata
air bersih maupun sumber air untuk pertanian. Mata air utama yang menghidupi
masyarakat Desa Cigagade adalah diantaranya sebagai berikut:
1.
Mata Air Ciloa
2.
Mata Air Cipendeuy
3.
Mata Air Ciwerat
4.
Mata Air Cibunian
5.
Mata Air Cijumal
2. Luas dan Penyebaran Penggunaan Lahan
Pada
umumnya lahan yang ada di Desa Cigagade digunakan secara produktif, hanya
sedikit saja yang tidak digunakan, hal ini menunjukan bahwa kawasan Desa
Cigagade memiliki sumber alam yang memadai dan siap untuk diolah. Luas lahan
berupa sawah teknis 110 Ha, semi teknis 126 Ha, tadah hujan 15 Ha dan yang
lainnya berupa pekarangan 8,7 Ha
3. Keadaan Sosial
a.
Kependudukan
Penduduk Desa Cigagade berdasarkan data
terakhir hasil sensus penduduk tahun 2010 tercatat = 5.143 jiwa, dan 1.516
Kepala Keluarga. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Jumlah Penduduk Desa Cigagade Tahun
2011
No
|
Tahun
|
Jumlah Penduduk
|
Jumlah Kepala Keluarga
|
1
|
2011
|
5.234
|
1.547
|
Jumlah Rumah Tangga di Desa Cigagade
pada tahun 2011 sebanyak 1.547 KK yang menyebar di 10 RW dan 26 RT, untuk lebih
jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Jumlah Rumah Tangga Tiap RW yang ada Di
Desa Cigagade
No
|
Kampung / RW
|
Jumlah Rumah Tangga
|
Kepadatan per Km
|
Sex ratio
|
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
|
Sukadana
RW. 01
Tonjong
RW. 02
Cigagade
RW. 03
Bantar
Teureup RW. 04
Rancapaku
RW. 05
Rancapaku
Kidul RW. 06
Negla
RW. 07
Rancaseel
RW. 08
Rancasaat
RW. 09
Tengger
RW. 10
|
292
148
168
143
171
154
79
145
126
121
|
||
JUMLAH
|
1.547
|
b. Indeks Pembangunan Manusia
Perkembangan cepat indeks pembangunan
manusia (IPM) Desa Cigagade tahun 2009-2011 dapat dilihat dari tabel berikut
ini :
Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
Desa Cigagade
No
|
Uraian
|
Tahun
|
|
2010
|
2011
|
||
1
2
3
|
Indeks Pendidikan
Indeks Kesehatan
Daya Beli
|
80,20
66,06
77,06
|
83,20
67,06
78,06
|
Indeks pendidikan dan daya beli
memberikan kontribusi yang cukup tinggi dalam capaian IPM Desa Cigagade
sehingga membuat Desa Cigagade IPM nya dapat melebihi target IPM Kabupaten
Garut.
c. Kesehatan
Tenaga kesehatan di Desa Cigagade pada
tahun 2010-2011 terdiri atas 1 orang bidan, 4 orang Dukun beranak, sebanyak 55
orang tenaga kesehatan. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 6
Jumlah Tenaga Kesehatan dan Partisifasi
masyarakat
Desa CigagadeTahun 2010-2011
No
|
Tenaga Kesehatan
|
Jumlah
|
Ket
|
|
1
|
Keperawatan
|
Bidan
|
1
|
Tempat di Desa Cigagade
|
3
|
Partisifasi Masyarakat
|
Dukun bayi
Posyandu
Polindes
POD
Desa Siaga
Kader Kesehatan
Paraji Sunat
|
4
10
1
-
1
43
1
|
|
Jumlah
|
61
|
Jumlah kelahiran bayi (persalinan) pada
tahun 2010 = 72 jiwa, tahun 2011 = 80 jiwa. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat
pada tabel berikut ini.
Jumlah Kelahiran hidup dan kematian
bayi di Desa Cigagade
Tahun 2010-2011
No
|
Uraian
|
Tahun
|
|
2010
|
2010
|
||
1
2
|
Bayi lahir hidup
Jumlah kematian
|
72
-
|
80
1
|
Jumlah
|
72
|
80
|
d. Pendidikan
Pendidikan merupakan salah satu modal
dasar pembangunan sehingga pendidikan adalah sebuah inventasi (modal) di masa
yang akan datang.
Desa Cigagade dari tahun ke tahun
jumlah guru dan murid tiap tahun meningkat peningkatan. Guru pada tahun 2011
jumlahnya 44 orang. Dengan jumlah murid PAUD sebanyak 215 orang, SD 664 orang,
SLTA/SMK 335 orang. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Data Pendidikan / Sekolah Formal dan
Non Formal
di Desa CigagadeTahun 2011
No
|
Uraian
|
PAUD / TK
|
SD
|
SLTP
|
SLTA/SMK
|
1
2
|
Guru
Murid
|
12
215
|
22
664
|
-
-
|
10
335
|
Pada masa kepemimpinan Kepala Desa ini,
jumlah sarana prasarana sekolah, maupun jenjang terus diupayakan baik kuantitas
maupun kualitas baik itu negeri maupun swasta, dari mulai TK/PAUD/RA s.d SLTA.
Adapun jumlah sarana prasarana
pendidikan di Desa Cigagade terdiri dari jenjang TK s.d SLTA, baik formal
maupun nonformal. Nama dan jumlah sarana pendidikan yang ada di Desa Cigagade
untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Data Sarana dan Prasarana Pendidikan
Di Desa Cigagade Tahun 2011
No
|
Nama Sekolah
|
Jenjang
|
Status
|
Lokasi
|
Jumlah Murid
|
1
|
TK Mekar Arum
|
TK
|
Swasta
|
RW. 01
Sukadana
|
|
2
|
PAUD Al-Khohariyah
|
PAUD
|
Swasta
|
RW. 01
Sukadana
|
|
3
|
PAUD AL-Khohariyah
|
PAUD
|
Swasta
|
RW. 03
Cibalampu
|
|
4
|
RA Miftahul Hidayah
|
RA
|
Swasta
|
RW. 05
Rancapaku
|
|
5
|
PAUD An-Nazwah
|
PAUD
|
Swasta
|
RW. 06
Rancapaku
|
|
6
|
Diniyah Al-Mujaddid
|
Diniyah
|
Swasta
|
RW. 03
Cigagade
|
|
7
|
MI Al-Hidayah
|
MI
|
Swasta
|
RW. 08
Rancaseel
|
|
8
|
SDN Cigagade 1
|
SD
|
Negeri
|
RW. 01
Sukadana
|
|
9
|
SDN Cigagade 2
|
SD
|
Negeri
|
RW. 04
Rincang
|
|
10
|
SMK PBI
|
SMK
|
Swasta
|
RW. 10
Kepuh/ Babakan Jeruk
|
Rekapitulasi jenis dan jenjang sarana
Pendidikan Formal dan Non Formal di Desa Cigagade apat dilihat pada tabel 10 di
bawah ini.
Jenis dan jenjang Sarana Pendidikan
Formal dan Non Formal
di Desa CigagadeTahun 2011
No
|
Jenjang
|
Jenjang
|
Lokasi
|
1
2
3
4
5
|
TK / RA / PAUD
SDN
MI
SLTA/SMK
PKBM
|
5
2
1
1
2
|
Dusun 1, 2, 3
Dusun 1, 2
Dusun 3
Dusun 1
Dusun 1, 2
|
Jumlah
|
11
|
e. Kesejahteraan Sosial
(Masyarakat)
Tantangan yang dihadapi dalam
pembangunan kesejahteraan sosial meliputi proses globalisasi dan industrialisasi
serta krisis ekonomi dan politik yang berkepanjangan. Dampak yang dirasakan
diantaranya semakin berkembang dan meluasnya bobot, jumlah kompleksitas
berbagai permasalahan sosial. Keadaan ini bisa dilihat dan diamati pada tabel
di bawah ini.
Kondisi Penyandang Masalah
Kesejahteraan Sosial (PMKS)
Di Desa CigagadeTahun 2011
No
|
Masalah Kesejahteraan Sosial
|
Jumlah
|
Keterangan
|
1
|
Anak
terlantar
|
1
|
|
2
|
Anak
nakal
|
1
|
|
3
|
Anak
balita terlantar
|
1
|
|
4
|
Anak
jalanan
|
-
|
|
5
|
Lansia
terlantar
|
17
|
|
6
|
Pengemis
|
-
|
|
7
|
Gelandangan
|
-
|
|
8
|
Korban
NAPZA
|
-
|
|
9
|
Pekerja
Sek Komersial
|
-
|
|
10
|
Eks
Narapidana
|
2
|
|
11
|
Penyandang
Cacat
|
15
|
|
12
|
Penyandang
Cacaf Eks Penyakit Kronis
|
17
|
|
13
|
Keluarga
Miskin Sosial
|
815
|
|
14
|
Keluarga
Bermasalah Sosial Psikologis
|
7
|
|
15
|
Keluarga
Rumahnya Tidak layak Huni
|
65
|
|
16
|
Wanita
Rawan Sosial Ekonomi
|
117
|
|
17
|
Pemulung
|
1
|
|
18
|
Janda
PKRI
|
5
|
|
19
|
Korban
Bencana Alam
|
-
|
|
20
|
Masyaraat
yang tinggal di daerah bencana
|
-
|
|
21
|
Komunitas
adat terpencil
|
-
|
f. Ketenagakerjaan
Berkaitan dengan perkembangan situasi
dan kondisi ketenagakerjaan di Desa Cigagade sampai akhir tahun 2011, masih
menunjukkan keadaan kondusif, walaupun di pihak lain masih dihadapkan pada
keterbatasan lapangan kerja dan jumlah pencari kerja yang cukup banyak. Keadaan
ini semakin sulit dikendalikan sebagai akibat krisis ekonoi dan kenaikan harga
BBM. Banyaknya pencari kerja di Desa Cigagade adalah sebagai akibat penambahan
angkatan kerja baru dan pemutusan hubungan kerja (PHK). Kondisi ini terus
berlangsung di berbagai lapisan dan tingkatan sektor-sektor usaha strategis
yang banyak menyerap tenaga kerja. Keadaan seperti ini memberikan kontribusi
sangat besar terhadap jumlah pencari kerja yang tidak terproyeksi sebelumnya.
Jumlah angkatan kerja pada tahun 2011
sebanyak = 1750. jumlah pencari kerja yang dapat tersalurkan dan
ditempatkan di perusahaan-perusahaan maupun jenis pekerjaan lainnya sebanyak =
650 orang, sedangkan sisanya sebesar = 1.200 orang belum mendapatkan pekerjaan.
Untuk tahun 2011 jumlah pencari kerja laki-laki
sebesar 900 orang, sedangkan perempuan sebanyak 600 orang, sedangkan pencari
kerja perempuan yang dapat ditempatkan lebih besar daripada laki-laki yaitu
1.500 (80%) dan laki-laki 300 (20%).
Dari segi pendidikan, lulusan SMA
menempati urutan tertinggi dari jumlah presentase pencari kerja yang berhasil
ditempatkan terhadap total pencari kerja, yaitu menurut pendidikan mencapai
55%.
Dalam hal penyerapan tenaga kerja,
jumlah tenaga kerja yang ditempatkan mengalami kenaikan dibandingkan dengan
tahun sebelumnya. Sementara jumlah pencari kerja yang terdaftar mengalami
penurunan. Untuk lebih helasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Jumlah Tenaga Kerja, Pencari Kerja, dan
Lowongan Kerja
di Desa Cigagade Tahun 2011
No
|
Yang Terdaftar
|
Jumlah
|
Keterangan
|
1
|
Pencari
Kerja
|
2.072
|
|
2
|
Yang
ditargetkan
|
263
|
|
3
|
Lowongan
Kerja
|
-
|
|
4
|
Sisa
Pencari Kerja
|
2409
|
Dari tabel di atas, dapat dijelaskan
bahwa pada tahun 2011 pencari kerja mengalami kenaikan, begitu pula pada
lowongan kerja. Akan tetapi masih terdapat ketimpangan antara pencari kerja
dengan lowongan kerja, sehingga jumlah pencari kerja masih banyak yang tidak
tertampung pada lowongan kerja yang dari segi kuantitasnya lebih sedikit
daripada pencari kerja.
Faktor lain yang menjadi penyebab
utamanya adalah kompetensi yang dimiliki, dikaitkan dengan skill yang dibutuhan
oleh lapangan kerja.
g. Pemuda dan Olahraga
Dalam hal kepemudaan, pada tahun 2011
tidak terlepas dari aktifitas dan eksistensi Karang Taruna, baik level desa
maupun level RW, sedangkan jumlah anggota karang taruan aktif untuk level desa
berjumlah +50 orang, serta hampir seluruh usia karang taruna terlibat aktif
di kepengurusan Tingkat RW, baik pengurus aktif, maupun anggota biasa.
Sedangkan organisasi keolahragaan yang
ada di Desa Cigagade cukup variatif, namun semua organisasi tersebut masih
dikelola secara amatir, dan hanya penyaluran kegemaran saja. Untuk lebih
jelasnya data organisasi keolahragaan dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Data Klub / Perkumpulan Olahraga
Di Desa Cigagade Tahun 2011
No
|
Klub Olahraga Yang Terdaftar
|
Jumlah
|
Keterangan
|
1
|
Klub
Sepak bola
|
10
|
|
2
|
Klub
Bola Voli
|
10
|
|
3
|
Klub
Bulu Tangkis
|
2
|
|
4
|
Klub
Tenis Meja
|
2
|
|
5
|
Klub
Senam Sehat
|
1
|
|
6
|
Klub
Jantung Sehat
|
-
|
|
7
|
Klub
Pencak Silat
|
1
|
|
8
|
Klub
Futsal
|
-
|
|
JUMLAH
|
26
|
Dari klub olah raga di atas, telah
banyak melahirkan atlet-atlet berbakat dan ikut serta dalam kegiatan mewakili
Desa dan Kontingen Kecamatan maupun tingkat kabupaten.
h. Kebudayaan
Kebudayaan yang ada di Desa Cigagade
merupakan modal dasar pembangunan yang melandasi pembangunan yang akan
dilaksanakan, warisan budaya yang bernilai luhur merupakan dasar dalam rangka
pengembangan pariwisata budaya yang dijiwai oleh mayoritas keluhuran Nilai Agama
Islam. Salah satu aspek yang ditangani dan terus dilestarikan secara
berkelanjutan adalah pembinaan berbagai kelompok kesenian.
Pemerintah terus membina kelompok dan
organisasi kesenian yang ada, walaupun dengan eterbatasan dana yang
dialokasikan, namun semangat para pewaris kebudayaan di Desa Cigagade terus
berusaha menjaga, merawat, serta memeliharanya agar budaya dan kelompok
kesenian tersebut terus terpelihara.
Beberapa kelompok kesenian yang ada di
Desa Cigagade yang masih eksis dan terawat walaupun kondisinya sangat
memprihatinkan diantaranya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Data Kelompok Budaya dan Kesenian
Di Desa Cigagade Tahun 2011
No
|
Jenis Kelompok Kesenian yang ada
|
Jumlah Group
|
Status
|
|
1
|
Badeng
|
1
|
Pasif
|
|
2
|
Pencak
Silat
|
1
|
Aktif
|
|
3
|
Qasidah
|
5
|
Pasif
|
|
Jumlah
|
7
|
i. Tempat Peribadatan
Tempat Peribadatan Di Desa Cigagade
Tahun 2011
No
|
Jenis
|
Jumlah
|
Ket
|
1
|
Mesjid
Jamie
|
7
|
|
2
|
Mushola
|
49
|
|
3
|
Langgar
|
-
|
|
4
|
Pondok
Pesantren
|
7
|
|
5
|
Madrasah
|
5
|
4. Keadaan Ekonomi
Pada
umumnya jenis sarana sosial ekonomi masyarakat Desa Cigagade berupa petaningan,
perdagangan terutama warung kebutuhan rumah tangga sehari-hari yang berskala
kecil sekali.
Di
samping itu pula sarana ekonomi yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat
desa Cigagade adalah perusahaan-perusahaan yang ada di sekitar
Cicalengka-Cileunyi, transfortasi ojeg, dan sarana lahan pertanian dan
perkebunan dengan skala kecil pula.
Hal
ini yang menjadikan Desa Cigagade maupun desa-desa yang ada di Kecamatan Bl.
Limbangan menjadi beda dengan desa dan kecamatan lain di Kabupaten Garut.
Adapun
jumlah warung yang menjual kebutuhan sehari-hari di Desa Cigagade sebanyak 55
buah. Sedangkan jumlah penduduk yang memiliki mata pencaharian sebagai karyawan
pabrik sebanyak 22 orang.
Panjang
jalan di Desa Cigagade pada tahun 2010 sepanjang 6,6 km (6.600 meter), yang
terdiri dari atas jalan propinsi 1, 2 km, serta jalan desa sepanjang 5,4 km.
Angkutan
ojeg masih mendominasi alat transfortasi penduduk, hal ini bisa terlihat dari
banyaknya jumlah pengemudi ojeg di Desa Cigagade yaitu sebanyak 100 orang.
Penggunaan
jaringan komunikasi di Desa Cigagade khususnya sambungan telepon sudah ada
walaupun masih terbatas sekitar wilayah Dusun 1, Dusun 2 dan Dusun 3, jumlah
sambungan yang ada (konsumen) yang menggunaan jasa telepon rumah baru mencapai
22 SST / rumah, selanjutnya jasa Pos Indonesia sangat membantu memobilisasi
komunikasi dan distribusi barang dan jasa pos sehingga berbagai transaksi
bisnis maupun jasa yang diperlukan masyarakat semakin mudah dijangkau. Serta
jaringan komunikasi menggunakan telepon seluler/ Hand phone.
Penanganan keirigasian/
pengairan di arahkan dalam rangka memenuhi para petani dan kola air tawar,
maupun tanaman palawija. Kondisi jaringan irigasi di Desa Cigagade pada tahun
2010-2011 ini kondisinya sangat memperihatinkan, mengingat hanya pada musim
hujan saja jaringan irigasi bisa maksimal, sedangkan pada musim kemarau tidak
ada airnya, juga didukung oleh rusaknya saluran irigasi di Desa Cigagadesebagai
akibat dari terjadinya pendangkalan (sedimentasi saluran air. Hal lain
diperparah oleh mnurunnya produksi air dari hutan sebagai akibat terjadinya
pembalakan hutan yang tidak terkendali lagi, ditunjang oleh kurangnya
pengawasan dari pihak terkait (Kehutanan, KSDA, dll).
Dari
kondisi di atas, pemerintah Desa Cigagade merasa perlu melakukan terobosan
dalam upaya pelestarian saluran irigasi ini, dan hal ini merupakan program unggulan
yang menjadi super prioritas program pembangunan desa pada periode kepemimpinan
sekarang ini.
Namun
upaya ini terhambat karena kurang adanya perhatian yang optimal dari pemerintah
daerah maupun pemerintah pusat untuk menanggulangi masalah kerusakan jaringan
irigasi ini, padahal hampir 80% masyarakat Desa Cigagade memerlukan air untuk
membuat sawah menjadi lebih produktif dan berkualitas.
Sistem
drainase merupakan sistem pengaliran air hujan yang terdiri dari 2 (dua) macam
sistem, yaitu sistem drainase melalui sungai, solokan atau saluran sekunder
atau disebut drainase makro, dan ini menjadi sistem yang hampir seluruhnya
digunakan di Desa Cigagade, serta sistem yang melalui saluran-saluran lingkungan
atau disebut drainase mikro.
Drainase
makro sebagian besar dialirkan ke Sungai Cipancar, yang akhirnya bermuara dan
merupakan rangkaian dari DAS Cimanuk.
Air bersih merupakan
salah satu kebutuhan pokok manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya seperti
minum, memasak, mencuci dan sebagainya. Untuk memenuhi kebutuhan akan air
bersih, saat ini penduduk Desa Cigagade sebagian besar masih menggunakan mata
air konvensional (Non PAM) dan Fasilitas Air Bersama. Untuk lebih jelasnya
dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Jenis Sumber Air Bersih
yang Digunakan Masyarakat di Desa Cigagade Tahun
2010
No
|
Jenis Sumber Air Bersih
Yang Digunakan Masyarakat
|
Jumlah Rumah Tangga
Pengguna
|
Ket
|
1
|
Sumur Gali
|
315
|
|
2
|
Sumur Artesis
|
1
|
|
3
|
Fasilitas Air Bersama
|
115
|
|
4
|
Kali Sungai
|
1
|
Jenis
limbah yang terdapat di Desa Cigagade dibedakan menjadi 2 (dua) macam yaitu
limbah domestik dan limbah non domestik. Limbah domestik merupakan limbah hasil
buangan rumah tangga dari kegiatan mandi, cuci dan kakus, sedangkan limbah non
domestik adalah limbah yang dihasilkan kegiatan non rumah tangga, seperti
limbah penggilingan padi, limbah ternak, limbah industri rumah tangga, dan
sebagainya.
Sistem
pembuangan limbah domestik di Desa Cigagade selain menggunakan jamban keluarga
berupa sptictank/cubluk, juga memanfaatkan sungai dan kolam, dan pembuangan
langsung ke saluran drainase yang ada. Namun berdasarkan data yang ada pada
tahun 2010 ini, sudah sebagian besar masyarakat membuang limbah domestik
melalui saluran septictank.Pada umumnya masyarakat
Desa Cigagade sudah hampir 90% tersambung jaringan listrik. Mengingat jaringan
listrik sudah sampai ke setiap RW se-Desa Cigagade, hanya masih ada beberapa
rumah tangga yang belum tersambung, karena satu kendala yakni faktor ekonomi.
Mereka umumnya mengambil aliran listrik kepada tetangga terdekatnya.
5. Kondisi Pemerintahan Desa
Luas
Wilayah Desa Cigagade 415,563 Ha.
Adapun
pembagian wilayah di Desa Cigagade terdiri dari 3 dusun, 10 RW, dan 26 RT.
Dusun
I mewilayahi (RW. 01, 02, 10)
Dusun
II mewilayahi (RW. 03, 04)
Dusun
III mewilayahi (RW. 05, 06, 07, 08, 09)
Struktur
Organisasi Tata Kerja Desa Cigagade
(STOK
Desa) POLA MINIMAL
Isu
Strategis
Isu
Strategis merupakan permasalahn yang berkaitan dengan fenomena atau belum dapat
diselesaikan pada periode lima tahun sebelumnya, dan memiliki dampak jangka
panjang bagi keberlanjutan pelaksanaan pembangunan, sehingga perlu diatasi
secara bertahap. Isu strategis pembangunan Desa:
a. Kualitas
pelayanan umum pemerintahan masih dirasakan belum memuaskan bagi sebagian masyarakat
Desa Cigagade, seperti pendidikan, kesehatan, kependudukan, sarana prasarana
umum, yang bertumpu pada kurangnya alokasi dana yang ada dan kualitas aparatur
pemerintahan.
b. Kompetensi
dan daya saing penduduk usia produktif/ angkatan kerja di Desa Cigagade masih
dirasakan kurang memenuhi harapan dunia usaha, sehingga peluang kerja dan
peluang usaha yang ada kurang termanfaatkan secara optimal. Hal ini sangat
berkaitan dengan kesempatan mendapatkan pendidikan yang berkualitas.
c. Pertumbuhan
ekonomi yang relatif lambat mengakibatkan sektor riil kurang mampu berkembang
dan memberikan pendapatan secara nyata kepada segenap masyarakat. Hal ini masih
terdapatnya masyarakat Desa Cigagade berada di bawah garis kemiskinan.
d. Kondisi
lingkungan hidup cenderung semakin memprihatinkan sebagai akibat eksploitasi,
terutama terjadinya pembalaan hutan yang berimplikasi terhadap kerusakan
lingkungan secara umum.
e. Masih
rusaknya berbagai sarana jalan sebagai sarana utama mobilisasi perekonomian,
jaringan irigasi, sarana pendidikan, bertumpuknya lokasi persekolahan, belum
optimalnya Kawasan Wisata Petambon, sampai pada kurangnya berjalannya
bentuk-bentuk perekonomian desa, dan juga fasilitas olahraga, serta pelayanan
kesehatan masyarakat, yang berujung pada kesejahteraan masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar