Sabtu, 04 Februari 2012

PEMETAAN SOSIAL


LETAK GEOGRAFIS
Desa Cigagade terletak diantara 6,44 – 69 Lintang Selatan dan 10,6 – 10,8 Bujur Timur dengan luas wilayah 415,563 Hektar yang terdiri dari 3 Kepala Dusun dengan 10 RW dan 26 RT.


TOPOGRAFI
Cigagade merupakan desa yang berada di daerah dataran rendah, sebagian besar wilayah Cigagade merupakan area pesawahan dan dibatasi oleh anak gunung dan aliran irigasi D.I. Cibedug, sekaligus menjadi batas daerah Cigagade.

1. Hidrologi dan Kimatologi
Aspek hidrologi suatu wilayah desa sangat diperlukan dalam mengendalian dan pengaturan tata air wilayah desa berdasarkan hidrologi aliran-aliran sungai di wilayah Desa Cigagade membentuk pola aliran sungai, yaitu DAS Cipancar tercatat beberapa aliran irigasi/solokan, baik skala kecil dan sedang terdapat di Desa Cigagade, seperti 
1. Sungai Cipancar 
2. Irigasi Cibedug 
3. Irigasi Garunggang 1 
4. Irigasi Garunggang 2 
Di samping itu ada pula beberapa mata air yang bisa digunakan sebagai sumber mata air bersih maupun sumber air untuk pertanian. Mata air utama yang menghidupi masyarakat Desa Cigagade adalah diantaranya sebagai berikut: 
1. Mata Air Ciloa 
2. Mata Air Cipendeuy 
3. Mata Air Ciwerat 
4. Mata Air Cibunian 
5. Mata Air Cijumal 

2. Luas dan Penyebaran Penggunaan Lahan
Pada umumnya lahan yang ada di Desa Cigagade digunakan secara produktif, hanya sedikit saja yang tidak digunakan, hal ini menunjukan bahwa kawasan Desa Cigagade memiliki sumber alam yang memadai dan siap untuk diolah. Luas lahan berupa sawah teknis 110 Ha, semi teknis 126 Ha, tadah hujan 15 Ha dan yang lainnya berupa pekarangan 8,7 Ha

3. Keadaan Sosial
a. Kependudukan
Penduduk Desa Cigagade berdasarkan data terakhir hasil sensus penduduk tahun 2010 tercatat = 5.143 jiwa, dan 1.516 Kepala Keluarga. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Jumlah Penduduk Desa Cigagade Tahun 2011
No
Tahun
Jumlah Penduduk
Jumlah Kepala Keluarga

1

2011

5.234

1.547

Jumlah Rumah Tangga di Desa Cigagade pada tahun 2011 sebanyak 1.547 KK yang menyebar di 10 RW dan 26 RT, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Jumlah Rumah Tangga Tiap RW yang ada Di Desa Cigagade

No
Kampung / RW
Jumlah Rumah Tangga
Kepadatan per Km
Sex ratio

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Sukadana RW. 01
Tonjong RW. 02
Cigagade RW. 03
Bantar Teureup RW. 04
Rancapaku RW. 05
Rancapaku Kidul RW. 06
Negla RW. 07
Rancaseel RW. 08
Rancasaat RW. 09
Tengger RW. 10

292
148
168
143
171
154
79
145
126
121





JUMLAH
1.547


 
b. Indeks Pembangunan Manusia
Perkembangan cepat indeks pembangunan manusia (IPM) Desa Cigagade tahun 2009-2011 dapat dilihat dari tabel berikut ini :
Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
Desa Cigagade
No
Uraian
Tahun
2010
2011

1
2
3

Indeks Pendidikan
Indeks Kesehatan
Daya Beli

80,20
66,06
77,06

83,20
67,06
78,06
Indeks pendidikan dan daya beli memberikan kontribusi yang cukup tinggi dalam capaian IPM Desa Cigagade sehingga membuat Desa Cigagade IPM nya dapat melebihi target IPM Kabupaten Garut.
c. Kesehatan
Tenaga kesehatan di Desa Cigagade pada tahun 2010-2011 terdiri atas 1 orang bidan, 4 orang Dukun beranak, sebanyak 55 orang tenaga kesehatan. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 6
Jumlah Tenaga Kesehatan dan Partisifasi masyarakat
Desa CigagadeTahun 2010-2011
No
Tenaga Kesehatan
Jumlah
Ket
1
Keperawatan
Bidan
1
Tempat di Desa Cigagade
3
Partisifasi Masyarakat
Dukun bayi
Posyandu
Polindes
POD
Desa Siaga
Kader Kesehatan
Paraji Sunat
4
10
1
-
1
43
1

Jumlah
61


Jumlah kelahiran bayi (persalinan) pada tahun 2010 = 72 jiwa, tahun 2011 = 80 jiwa. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Jumlah Kelahiran hidup dan kematian bayi di Desa Cigagade
Tahun 2010-2011
No
Uraian
Tahun
2010
2010

1
2

Bayi lahir hidup
Jumlah kematian

72
-

80
1

Jumlah
72
80

d. Pendidikan
Pendidikan merupakan salah satu modal dasar pembangunan sehingga pendidikan adalah sebuah inventasi (modal) di masa yang akan datang.
Desa Cigagade dari tahun ke tahun jumlah guru dan murid tiap tahun meningkat peningkatan. Guru pada tahun 2011 jumlahnya 44 orang. Dengan jumlah murid PAUD sebanyak 215 orang, SD 664 orang, SLTA/SMK 335 orang. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Data Pendidikan / Sekolah Formal dan Non Formal
di Desa CigagadeTahun 2011

No
Uraian
PAUD / TK
SD
SLTP
SLTA/SMK
1
2
Guru
Murid
12
215
22
664
-
-
10
335

Pada masa kepemimpinan Kepala Desa ini, jumlah sarana prasarana sekolah, maupun jenjang terus diupayakan baik kuantitas maupun kualitas baik itu negeri maupun swasta, dari mulai TK/PAUD/RA s.d SLTA.
Adapun jumlah sarana prasarana pendidikan di Desa Cigagade terdiri dari jenjang TK s.d SLTA, baik formal maupun nonformal. Nama dan jumlah sarana pendidikan yang ada di Desa Cigagade untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Data Sarana dan Prasarana Pendidikan
Di Desa Cigagade Tahun 2011

No
Nama Sekolah
Jenjang
Status
Lokasi
Jumlah Murid
1

TK Mekar Arum

TK

Swasta

RW. 01
Sukadana

2
PAUD Al-Khohariyah

PAUD
Swasta
RW. 01
Sukadana

3
PAUD AL-Khohariyah

PAUD
Swasta
RW. 03
Cibalampu

4
RA Miftahul Hidayah

RA
Swasta
RW. 05
Rancapaku

5
PAUD An-Nazwah

PAUD
Swasta
RW. 06
Rancapaku

6
Diniyah Al-Mujaddid

Diniyah
Swasta
RW. 03
Cigagade 

7
MI Al-Hidayah

MI
Swasta
RW. 08
Rancaseel

8
SDN Cigagade 1
SD
Negeri
RW. 01
Sukadana

9
SDN Cigagade 2
SD
Negeri
RW. 04
Rincang

10
SMK PBI
SMK
Swasta
RW. 10
Kepuh/ Babakan Jeruk


Rekapitulasi jenis dan jenjang sarana Pendidikan Formal dan Non Formal di Desa Cigagade apat dilihat pada tabel 10 di bawah ini.


Jenis dan jenjang Sarana Pendidikan Formal dan Non Formal
di Desa CigagadeTahun 2011

No
Jenjang
Jenjang
Lokasi

1
2
3
4
5

TK / RA / PAUD
SDN
MI
SLTA/SMK
PKBM

5
2
1
1
2

Dusun 1, 2, 3
Dusun 1, 2
Dusun 3
Dusun 1
Dusun 1, 2

Jumlah
11


e. Kesejahteraan Sosial (Masyarakat)
Tantangan yang dihadapi dalam pembangunan kesejahteraan sosial meliputi proses globalisasi dan industrialisasi serta krisis ekonomi dan politik yang berkepanjangan. Dampak yang dirasakan diantaranya semakin berkembang dan meluasnya bobot, jumlah kompleksitas berbagai permasalahan sosial. Keadaan ini bisa dilihat dan diamati pada tabel di bawah ini.
Kondisi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS)
Di Desa CigagadeTahun 2011
No
Masalah Kesejahteraan Sosial
Jumlah
Keterangan
1
Anak terlantar
1

2
Anak nakal
1

3
Anak balita terlantar
1

4
Anak jalanan
-

5
Lansia terlantar
17

6
Pengemis
-

7
Gelandangan
-

8
Korban NAPZA
-

9
Pekerja Sek Komersial
-

10
Eks Narapidana
2

11
Penyandang Cacat
15

12
Penyandang Cacaf Eks Penyakit Kronis
17

13
Keluarga Miskin Sosial
815

14
Keluarga Bermasalah Sosial Psikologis
7

15
Keluarga Rumahnya Tidak layak Huni
65

16
Wanita Rawan Sosial Ekonomi
117

17
Pemulung
1

18
Janda PKRI
5

19
Korban Bencana Alam
-

20
Masyaraat yang tinggal di daerah bencana
-

21
Komunitas adat terpencil
-


f. Ketenagakerjaan
Berkaitan dengan perkembangan situasi dan kondisi ketenagakerjaan di Desa Cigagade sampai akhir tahun 2011, masih menunjukkan keadaan kondusif, walaupun di pihak lain masih dihadapkan pada keterbatasan lapangan kerja dan jumlah pencari kerja yang cukup banyak. Keadaan ini semakin sulit dikendalikan sebagai akibat krisis ekonoi dan kenaikan harga BBM. Banyaknya pencari kerja di Desa Cigagade adalah sebagai akibat penambahan angkatan kerja baru dan pemutusan hubungan kerja (PHK). Kondisi ini terus berlangsung di berbagai lapisan dan tingkatan sektor-sektor usaha strategis yang banyak menyerap tenaga kerja. Keadaan seperti ini memberikan kontribusi sangat besar terhadap jumlah pencari kerja yang tidak terproyeksi sebelumnya.
Jumlah angkatan kerja pada tahun 2011 sebanyak = 1750.  jumlah pencari kerja yang dapat tersalurkan dan ditempatkan di perusahaan-perusahaan maupun jenis pekerjaan lainnya sebanyak = 650 orang, sedangkan sisanya sebesar = 1.200 orang belum mendapatkan pekerjaan.
Untuk tahun 2011 jumlah pencari kerja laki-laki sebesar 900 orang, sedangkan perempuan sebanyak 600 orang, sedangkan pencari kerja perempuan yang dapat ditempatkan lebih besar daripada laki-laki yaitu 1.500 (80%) dan laki-laki 300 (20%).
Dari segi pendidikan, lulusan SMA menempati urutan tertinggi dari jumlah presentase pencari kerja yang berhasil ditempatkan terhadap total pencari kerja, yaitu menurut pendidikan mencapai 55%.
Dalam hal penyerapan tenaga kerja, jumlah tenaga kerja yang ditempatkan mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sementara jumlah pencari kerja yang terdaftar mengalami penurunan. Untuk lebih helasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Jumlah Tenaga Kerja, Pencari Kerja, dan Lowongan Kerja
di Desa Cigagade Tahun 2011

No
Yang Terdaftar
Jumlah
Keterangan
1
Pencari Kerja
2.072

2
Yang ditargetkan
263

3
Lowongan Kerja
-

4
Sisa Pencari Kerja
2409


Dari tabel di atas, dapat dijelaskan bahwa pada tahun 2011 pencari kerja mengalami kenaikan, begitu pula pada lowongan kerja. Akan tetapi masih terdapat ketimpangan antara pencari kerja dengan lowongan kerja, sehingga jumlah pencari kerja masih banyak yang tidak tertampung pada lowongan kerja yang dari segi kuantitasnya lebih sedikit daripada pencari kerja.
Faktor lain yang menjadi penyebab utamanya adalah kompetensi yang dimiliki, dikaitkan dengan skill yang dibutuhan oleh lapangan kerja.

g. Pemuda dan Olahraga
Dalam hal kepemudaan, pada tahun 2011 tidak terlepas dari aktifitas dan eksistensi Karang Taruna, baik level desa maupun level RW, sedangkan jumlah anggota karang taruan aktif untuk level desa berjumlah +50 orang, serta hampir seluruh usia karang taruna terlibat aktif di kepengurusan Tingkat RW, baik pengurus aktif, maupun anggota biasa.
Sedangkan organisasi keolahragaan yang ada di Desa Cigagade cukup variatif, namun semua organisasi tersebut masih dikelola secara amatir, dan hanya penyaluran kegemaran saja. Untuk lebih jelasnya data organisasi keolahragaan dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Data Klub / Perkumpulan Olahraga
Di Desa Cigagade Tahun 2011
No
Klub Olahraga Yang Terdaftar
Jumlah
Keterangan
1
Klub Sepak bola
10

2
Klub Bola Voli
10

3
Klub Bulu Tangkis
2

4
Klub Tenis Meja
2

5
Klub Senam Sehat
1

6
Klub Jantung Sehat
-

7
Klub Pencak Silat
1

8
Klub Futsal
-


JUMLAH
26


Dari klub olah raga di atas, telah banyak melahirkan atlet-atlet berbakat dan ikut serta dalam kegiatan mewakili Desa dan Kontingen Kecamatan maupun tingkat kabupaten.

h. Kebudayaan
Kebudayaan yang ada di Desa Cigagade merupakan modal dasar pembangunan yang melandasi pembangunan yang akan dilaksanakan, warisan budaya yang bernilai luhur merupakan dasar dalam rangka pengembangan pariwisata budaya yang dijiwai oleh mayoritas keluhuran Nilai Agama Islam. Salah satu aspek yang ditangani dan terus dilestarikan secara berkelanjutan adalah pembinaan berbagai kelompok kesenian.
Pemerintah terus membina kelompok dan organisasi kesenian yang ada, walaupun dengan eterbatasan dana yang dialokasikan, namun semangat para pewaris kebudayaan di Desa Cigagade terus berusaha menjaga, merawat, serta memeliharanya agar budaya dan kelompok kesenian tersebut terus terpelihara.
Beberapa kelompok kesenian yang ada di Desa Cigagade yang masih eksis dan terawat walaupun kondisinya sangat memprihatinkan diantaranya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Data Kelompok Budaya dan Kesenian
Di Desa Cigagade Tahun 2011
No
Jenis Kelompok Kesenian yang ada
Jumlah Group
Status

1
Badeng
1
Pasif

2
Pencak Silat
1
Aktif

3
Qasidah
5
Pasif


Jumlah
7



i. Tempat Peribadatan
Tempat Peribadatan Di Desa Cigagade
Tahun 2011
No
Jenis
Jumlah
Ket
1
Mesjid Jamie
7

2
Mushola
49

3
Langgar
-

4
Pondok Pesantren
7

5
Madrasah
5

  
4. Keadaan Ekonomi
Pada umumnya jenis sarana sosial ekonomi masyarakat Desa Cigagade berupa petaningan, perdagangan terutama warung kebutuhan rumah tangga sehari-hari yang berskala kecil sekali.
Di samping itu pula sarana ekonomi yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat desa Cigagade adalah perusahaan-perusahaan yang ada di sekitar Cicalengka-Cileunyi, transfortasi ojeg, dan sarana lahan pertanian dan perkebunan dengan skala kecil pula.
Hal ini yang menjadikan Desa Cigagade maupun desa-desa yang ada di Kecamatan Bl. Limbangan menjadi beda dengan desa dan kecamatan lain di Kabupaten Garut.
Adapun jumlah warung yang menjual kebutuhan sehari-hari di Desa Cigagade sebanyak 55 buah. Sedangkan jumlah penduduk yang memiliki mata pencaharian sebagai karyawan pabrik sebanyak 22 orang.
Panjang jalan di Desa Cigagade pada tahun 2010 sepanjang 6,6 km (6.600 meter), yang terdiri dari atas jalan propinsi 1, 2 km, serta jalan desa sepanjang 5,4 km.
Angkutan ojeg masih mendominasi alat transfortasi penduduk, hal ini bisa terlihat dari banyaknya jumlah pengemudi ojeg di Desa Cigagade yaitu sebanyak 100 orang.
Penggunaan jaringan komunikasi di Desa Cigagade khususnya sambungan telepon sudah ada walaupun masih terbatas sekitar wilayah Dusun 1, Dusun 2 dan Dusun 3, jumlah sambungan yang ada (konsumen) yang menggunaan jasa telepon rumah baru mencapai 22 SST / rumah, selanjutnya jasa Pos Indonesia sangat membantu memobilisasi komunikasi dan distribusi barang dan jasa pos sehingga berbagai transaksi bisnis maupun jasa yang diperlukan masyarakat semakin mudah dijangkau. Serta jaringan komunikasi menggunakan telepon seluler/ Hand phone.
Penanganan keirigasian/ pengairan di arahkan dalam rangka memenuhi para petani dan kola air tawar, maupun tanaman palawija. Kondisi jaringan irigasi di Desa Cigagade pada tahun 2010-2011 ini kondisinya sangat memperihatinkan, mengingat hanya pada musim hujan saja jaringan irigasi bisa maksimal, sedangkan pada musim kemarau tidak ada airnya, juga didukung oleh rusaknya saluran irigasi di Desa Cigagadesebagai akibat dari terjadinya pendangkalan (sedimentasi saluran air. Hal lain diperparah oleh mnurunnya produksi air dari hutan sebagai akibat terjadinya pembalakan hutan yang tidak terkendali lagi, ditunjang oleh kurangnya pengawasan dari pihak terkait (Kehutanan, KSDA, dll).
Dari kondisi di atas, pemerintah Desa Cigagade merasa perlu melakukan terobosan dalam upaya pelestarian saluran irigasi ini, dan hal ini merupakan program unggulan yang menjadi super prioritas program pembangunan desa pada periode kepemimpinan sekarang ini.
Namun upaya ini terhambat karena kurang adanya perhatian yang optimal dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat untuk menanggulangi masalah kerusakan jaringan irigasi ini, padahal hampir 80% masyarakat Desa Cigagade memerlukan air untuk membuat sawah menjadi lebih produktif dan berkualitas.
Sistem drainase merupakan sistem pengaliran air hujan yang terdiri dari 2 (dua) macam sistem, yaitu sistem drainase melalui sungai, solokan atau saluran sekunder atau disebut drainase makro, dan ini menjadi sistem yang hampir seluruhnya digunakan di Desa Cigagade, serta sistem yang melalui saluran-saluran lingkungan atau disebut drainase mikro.
Drainase makro sebagian besar dialirkan ke Sungai Cipancar, yang akhirnya bermuara dan merupakan rangkaian dari DAS Cimanuk.
Air bersih merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya seperti minum, memasak, mencuci dan sebagainya. Untuk memenuhi kebutuhan akan air bersih, saat ini penduduk Desa Cigagade sebagian besar masih menggunakan mata air konvensional (Non PAM) dan Fasilitas Air Bersama. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Jenis Sumber Air Bersih yang Digunakan Masyarakat di Desa Cigagade Tahun 2010
No
Jenis Sumber Air Bersih Yang Digunakan Masyarakat
Jumlah Rumah Tangga Pengguna
Ket
1
Sumur Gali
315

2
Sumur Artesis
1

3
Fasilitas Air Bersama
115

4
Kali Sungai
1





Jenis limbah yang terdapat di Desa Cigagade dibedakan menjadi 2 (dua) macam yaitu limbah domestik dan limbah non domestik. Limbah domestik merupakan limbah hasil buangan rumah tangga dari kegiatan mandi, cuci dan kakus, sedangkan limbah non domestik adalah limbah yang dihasilkan kegiatan non rumah tangga, seperti limbah penggilingan padi, limbah ternak, limbah industri rumah tangga, dan sebagainya.

Sistem pembuangan limbah domestik di Desa Cigagade selain menggunakan jamban keluarga berupa sptictank/cubluk, juga memanfaatkan sungai dan kolam, dan pembuangan langsung ke saluran drainase yang ada. Namun berdasarkan data yang ada pada tahun 2010 ini, sudah sebagian besar masyarakat membuang limbah domestik melalui saluran septictank.Pada umumnya masyarakat Desa Cigagade sudah hampir 90% tersambung jaringan listrik. Mengingat jaringan listrik sudah sampai ke setiap RW se-Desa Cigagade, hanya masih ada beberapa rumah tangga yang belum tersambung, karena satu kendala yakni faktor ekonomi. Mereka umumnya mengambil aliran listrik kepada tetangga terdekatnya.
5. Kondisi Pemerintahan Desa
Luas Wilayah Desa Cigagade 415,563 Ha.
Adapun pembagian wilayah di Desa Cigagade terdiri dari 3 dusun, 10 RW, dan 26 RT.

Dusun I mewilayahi (RW. 01, 02, 10)
Dusun II mewilayahi (RW. 03, 04)
Dusun III mewilayahi (RW. 05, 06, 07, 08, 09)

Struktur Organisasi Tata Kerja Desa Cigagade
(STOK Desa) POLA MINIMAL











Isu Strategis

Isu Strategis merupakan permasalahn yang berkaitan dengan fenomena atau belum dapat diselesaikan pada periode lima tahun sebelumnya, dan memiliki dampak jangka panjang bagi keberlanjutan pelaksanaan pembangunan, sehingga perlu diatasi secara bertahap. Isu strategis pembangunan Desa:
a.     Kualitas pelayanan umum pemerintahan masih dirasakan belum memuaskan bagi sebagian masyarakat Desa Cigagade, seperti pendidikan, kesehatan, kependudukan, sarana prasarana umum, yang bertumpu pada kurangnya alokasi dana yang ada dan kualitas aparatur pemerintahan.
b.     Kompetensi dan daya saing penduduk usia produktif/ angkatan kerja di Desa Cigagade masih dirasakan kurang memenuhi harapan dunia usaha, sehingga peluang kerja dan peluang usaha yang ada kurang termanfaatkan secara optimal. Hal ini sangat berkaitan dengan kesempatan mendapatkan pendidikan yang berkualitas.
c.      Pertumbuhan ekonomi yang relatif lambat mengakibatkan sektor riil kurang mampu berkembang dan memberikan pendapatan secara nyata kepada segenap masyarakat. Hal ini masih terdapatnya masyarakat Desa Cigagade berada di bawah garis kemiskinan.
d.     Kondisi lingkungan hidup cenderung semakin memprihatinkan sebagai akibat eksploitasi, terutama terjadinya pembalaan hutan yang berimplikasi terhadap kerusakan lingkungan secara umum.
e.     Masih rusaknya berbagai sarana jalan sebagai sarana utama mobilisasi perekonomian, jaringan irigasi, sarana pendidikan, bertumpuknya lokasi persekolahan, belum optimalnya Kawasan Wisata Petambon, sampai pada kurangnya berjalannya bentuk-bentuk perekonomian desa, dan juga fasilitas olahraga, serta pelayanan kesehatan masyarakat, yang berujung pada kesejahteraan masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar